Rere Si Dasi Hitam


    Kaki melangkah pasti kedalam suatu ruangan hampa, Dalam ruangan itu banyak jumlah orang, namun dia merasa sepi, hening dan hampa seolah tak ada kehidupan didalam ruangan tersebut. Hari-demi hari dalam ruangan tersebut, sampailah ia bertemu dengan seorang pria, matapun tertuju dengan sosok yang menarik, seseorang berdasi hitam ditengah ruangan ramai yang penuh kehampaan. Terlihat diam dengan penuh pemikiran yang dalam, namun bijak dalam berbicara, sebut saja dia Rere.
 

Ntah apa yang membuat hati ini seolah tertarik padanya, padahal tak ada satupun kenangan manis bersamanya, hanya tatapan singkat yang aku rasakan pada saat didepan layar, ku kira mungkin perasaan ini hanya sekilas namun perasaan penasaran ini semakin menjadi, namun aku tak tau rasa apa ini, apakah aku menyukai si dasi hitam? ataukah aku hanya kagum dengan sosoknya yang pendiam ? atau ya hanya pemikiran sesaat. 


Rasa ingin tau tentang dirinya, semakin besar, namun aku tidak ingin nampak terlihat bahwa aku memerhatikannya, ku coba berikan perhatian tipis-tipis walau tidak berhasil setidaknya aku sudah menunjukkan. Aku ingin mengenalnya lebih dalam, tapi aku tak tau bagaimana caranya memulai. Taka ada keberanian untuk mendekatinya namun aku ingin tau lebih tentangnya. 


Sebenernya jika boleh jujur, aku ingin sekali dekat dengan seseorang yang memang aku tertarik, kini saatnya bukan main-main, tapi untuk memulai saja aku tak sanggup. Bagaimana ini? apa aku harus berdiam diri ataukah terus menujukkan sikap terang-terangan untuk mendekatinya? Kenapa rasanya sulit untuk mendefinisikan perasaan yang dimiliki dan sulit rasanya untuk memutuskan tindakan untuk maju atau berdiam. 😣😣😣

 

x

Comments